Minggu, 21 November 2010

Awas Narsis

بسم الله الرحمن الرحيم

Awas Narsis

Sebelumnya penulis tidak mengerti apa itu Narsis Setelah membaca dan memahami apa itu narsis, Akhirnya terpikir untuk menuliskan sebuah Artikel Awas Narsis. Karena hal ini penting sekali untuk kita ketahui, kita pahami dan kita jauhi dari kehidupan kita, bila tidak  tanpa kita sadari ternyata Narsis tumbuh di dalam pribadi kita.

Pada artikel kali ini penulis sampaikan secara singkat mengenai Narsis dan penulis memohon kepada Allah Ta`ala agar artikel ini bermanfaat bagi penulis dan bagi pembaca dan bagi orang-orang yang menyebarkannya.

Narsis atau Narsisme menurut ilmu psikologi adalah perasaan cinta atau kagum terhadap diri sendiri secara berlebihan. Rasa ini melahirkan pola sikap yang egosentris atau berpusat pada diri sendiri, pernah obsesi dan hasrat yang besar untuk diakui dan terkenal. Untuk itu, mereka cenderung manipulatif dan selalu berusaha mengeksploitasi diri atau bahkan orang lain.

Sedangkan Narsis secara rill adalah " ketika anda mulai suka merekam atau memotret diri sendiri dengan kamera HP dari sudut kanan atas dan menyebarkan hasilnya di internet, salah satunya melalui Facebook". Tapi ini salah satu bentuk riilnya, tidak perlu tersinggung kalau kebetulan anda pernah melakukannya. Namun bisa jadi, yang semacam itu merupakan gejala awal narsisme yang hari ini menggejala dengan berbagai bentuknya dan mulai mengarah ketaraf akut. Dan internet menjadi media yang paling bertanggungjawab terhadap pesebaran sindrom ini. Lebih-lebih, hari ini internet bisa diakses dengan mudah melalui HP.

"Awas Narsis", kata-kata ini perlu kita jadikan slogan biar kita tahu dan kita sadar. Apabila penyakit ini telah sampai kepada punjaknya (taraf akut) mampu mendorong seseorang untuk menghalalkan segala cara demi terkenal dan diakui keberadaannya atau biasa disebut "ngeksis". Cara mudahnya dengan membuat sebuah sensasi yang konyol atau sesuatu yang sangat norak atau dengan mengekspos kecantikan dan kemolekan tubuh atau sesuatu yang berbau porno. na`udzubillah min dzalik

Fenomena ini sangat memprihatinkan sekali dimana terjadinya kemunduran akhlak manusia, seharusnya dengan  kemajuan teknologi yang begitu pesatnya akhlak semakin terjunjung tinggi. Fenomen ini tidak lain karena lemahnya iman dan meninggkatnya syahwat matearilisme.

Kesimpulan narsisme adalah pohon akhlak tercela, yang berakar pada rasa ujub dan cinta popularitas yang benihnya ada dalam diri setiap manusia, tidak akan merusak asal tidak dibiarkan tumbuh. Adapun obatnya yakni kita senantiasa memupuk keimanan sehingga mendorong sikap tawadhu` dan menjaga kewibawaan diri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

http://arabyislam.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...